Arti Peribahasa KUMAN DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK, GAJAH DI PELUPUK MATA TIADA TAMPAK

Arti peribahasa KUMAN DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK, GAJAH DI PELUPUK MATA TIADA TAMPAK adalah kesalahan orang lain meskipun sangat kecil bisa ditemukan, tetapi kesalahan besar yang dilakukan oleh diri sendiri tidak bisa terlihat.

Peribahasa ini mengambil perumpamaan “kuman”, yang teramat sangat kecil, dan berada di seberang lautan (tempat yang sangat jauh) bisa terlihat, tetapi gajah, hewan berbadan besar, yang berada di depan mata tidak bisa terlihat.

Contoh kalimat :

Si Jahir terbiasa mencari kesalahan orang. Ia baru saja menegur si Jahar yang tidak membuang bungkus permen karet di tempat sampah. Padahal, saya melihatnya membuang satu kantung sampah ke sungai pagi ini. Benar-benar KUMAN DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK, GAJAH DI PELUPUK MATA TIADA TAMPAK.

Tags: