Julie Vidianti, Author at Pojok Menulis - Page 5 of 42

Arti Peribahasa KALAU TIADA ANGIN BERTIUP, TAK AKAN POKOK BERGOYANG
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa KALAU TIADA ANGIN BERTIUP, TAK AKAN POKOK BERGOYANG

Arti peribahasa KALAU TIADA ANGIN BERTIUP, TAK AKAN POKOK BERGOYANG adalah sesuatu terjadi karena ada sebabnya. *) pokok = pohon   Contoh dalam kalimat : Kalau tiada angin bertiup, tak akan pokok bergoyang. Banyaknya kabar angin yang terdengar, sedikitnya ada kebenaran di dalamnya. Kalau tidak, manalah mungkin orang akan bercakap tentangnya? Kebakaran yang melanda ratusan
Arti Peribahasa DAHULU TIMAH SEKARANG BESI
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa DAHULU TIMAH SEKARANG BESI

Arti peribahasa DAHULU TIMAH, SEKARANG BESI adalah seseorang yang turun harkat dan martabatnya seseorang yang telah jatuh  miskin   Contoh dalam kalimat: Harkat dan kedudukan Kepala Desa itu turun seketika setelah dirinya terbukti ikut menggelapkan sejumlah uang dana desa. Hidupnya kini ibarat dahulu timah, sekarang besi. Kondisi Anwar bagai dahulu timah, sekarang besi. Karena kegemarannya
Mengatasi Masalah Haid Dengan Ramuan Tradisional
Aneka Manfaat, Pengetahuan Umum, Uncategorized

Mengatasi Masalah Haid Dengan Ramuan Tradisional

Bukan rahasia lagi bahwa haid sering menjadi masalah bagi kaum wanita. Kehadiran dan ketidakhadiran tamu bulanan bagi wanita ini menimbulkan rasa yang sama-sama tidak nyaman. Banyak kaum wanita yang menganggap masalah haid sebagai hal yang wajar. Apalagi bagi para pekerja wanita di perkotaan, gangguan haid dianggap lazim seperti flu dan pilek.  Padahal, banyak tumbuhan dan
Rumus Volume Balok
matematika

Rumus Volume Balok

Seperti yang kita ketahui juga bahwa balok merupakan suatu bangun ruang yang memiliki sisi, rusuk, dan titik sudut. Bangun ruang ini memiliki 6 sisi (3 pasang persegi panjang yang sama besar), 8 titik sudut, dan 12 buah rusuk. Jaring-jaring balok berupa 6 buah persegi panjang. Selain menghitung luas balok (Rumus Luas Balok dapat di lihat
Arti Peribahasa MENCONTENG ARANG DI MUKA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MENCONTENG ARANG DI MUKA

Arti peribahasa MENCONTENG ARANG DI MUKA adalah memberi malu/aib. Contoh dalam kalimat : Dari cerita yang kudengar dari salah seorang kerabatnya, Pak Lurah pernah melakukan sesuatu hal buruk yang telah menconteng arang di muka keluarganya. Euis diusir oleh orang tuanya karena telah hamil sebelum nikah. Ia dianggap telah menconteng arang di muka keluarganya. Demikianlah secara
Arti Peribahasa MENGUSIR ASAP, MENINGGALKAN API
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MENGUSIR ASAP, MENINGGALKAN API

Arti peribahasa MENGUSIR ASAP, MENINGGALKAN API adalah mengutamakan sesuatu yang kurang penting dan meninggalkan yang lebih penting. Contoh dalam kalimat : Ibarat mengusir asap, meninggalkan api. Ketika peristiwa kebakaran itu terjadi, alih-alih menyelamatkan diri sendiri Amir malah sibuk menyelamatkan harta bendanya. Alih-alih mengikuti ujian di sekolahnya, Astri malah datang ke pesta ulang tahun temannya. Tindakan
Arti Peribahasa MENGGUNTING DALAM LIPATAN
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MENGGUNTING DALAM LIPATAN

Arti peribahasa MENGGUNTING DALAM LIPATAN adalah mencelakakan/menipu kawan sendiri. Contoh dalam kalimat : Sungguh sedih sekali hatinya. Sahabat yang sangat dipercaya dan disayanginya tega merebut kekasih hatinya. Sangat tak ia duga bahwa sahabatnya tega menggunting dalam lipatan. Demikianlah secara singkat tentang arti peribahasa MENGGUNTING DALAM LIPATAN. Mudah-mudahan, penjelasan singkat ini dapat membantu dan memberikan manfaat.
Arti Peribahasa SAMBIL BERDIANG NASI MASAK, SAMBIL BERDENDANG BIDUK HILIR
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa SAMBIL BERDIANG NASI MASAK, SAMBIL BERDENDANG BIDUK HILIR

Arti peribahasa SAMBIL BERDIANG NASI MASAK, SAMBIL BERDENDANG BIDUK HILIR adalah dapat menyelesaikan beberapa masalah/pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. *) berdiang : memanaskan diri di dekat api *) biduk : sampan/perahu kecil *) Peribahasa ini juga sama artinya dengan peribahasa : SEKALI MERENGKUH DAYUNG, DUA, TIGA PULAU TERLAMPAUI SAMBIL MENYELAM MINUM AIR.   Contoh dalam
Arti Peribahasa MANIS BAGAI MADU, PAHIT BAGAI EMPEDU
Uncategorized

Arti Peribahasa MANIS BAGAI MADU, PAHIT BAGAI EMPEDU

Arti peribahasa MANIS BAGAI MADU, PAHIT BAGAI EMPEDU adalah jika baik,  terlalu baik tetapi jika buruk, terlalu buruk   Contoh dalam kalimat : Jika suasana hatinya dalam keadaan senang, maka ia akan bersikap sangat manis dan baik sekali. Tetapi, apabila suasana hatinya sedang tak keruan, ia dapat marah terus seharian. Karakternya bisa diibaratkan manis bagai
Arti Peribahasa MALAM BERSELIMUT EMBUN, SIANG BERTUDUNG AWAN
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MALAM BERSELIMUT EMBUN, SIANG BERTUDUNG AWAN

Arti peribahasa MALAM BERSELIMUT EMBUN, SIANG BERTUDUNG AWAN adalah sangat miskin/melarat dan tidak memiliki tempat tinggal/ tidak memiliki keluarga gelandangan Contoh dalam kalimat : Sepeninggal kedua orang tuanya, hidupnya terlunta-lunta ibarat malam berselimut embun, siang bertudung awan. Malam berselimut embun, siang bertudung awan. Begitulah kira-kira perumpamaan untuk menggambarkan kehidupan Joko saat ini. Karena ingin kehidupan