Bagaimana Caranya Ikan Mengingat Jalan Pulang?

Yang terkenal selama ini burung lah hewan yang selalu tak lupa untuk kembali pulang. Ternyata, ada hewan lainnya yang juga tak lupa untuk pulang, lho! Apakah sudah tahu? Yup, ikan! 😀 Sama seperti burung, ikan juga suka melakukan perjalanan, bahkan perjalanan yang sangat jauh. Tetapi, mereka tak lupa untuk pulang. Meski ikan tak memiliki sarang yang dapat terlihat jelas seperti burung (mungkin, karena berada di dalam air), tetapi mereka bisa mengenali tempat asal mereka tanpa tersesat. Lalu, bagaimana caranya ikan mengingat jalan pulang?

Bagaimana caranya ikan mengingat jalan pulang?

Seperti kita tahu, ikan adalah pengembara di lautan. Ada beberapa jenis ikan yang melakukan migrasi sampai jauh, seperti salmon, yang melakukan migrasi hingga ratusan kilometer (dari lautan ke tempat air tawar) saat mereka akan berkembang biak. Lantas, bagaimanakah ikan-ikan yang bermigrasi jauh itu untuk mengingat jalan pulang hingga tidak tersesat?

Untuk mengingat jalan pulang dan tidak tersesat, ikan mengandalkan indera penciumannya. Rangsangan bau sangat penting untuk ikan dalam membantu menemukan jalan pulang. Beberapa ikan, di antaranya salmon, dapat membedakan air dari 2 aliran yang berbeda hanya melalui baunya. Tetapi, daya penciumannya akan berkurang jika indera penciuman mereka disumbat atau terhalangi.

Beberapa percobaan untuk membuktikan hal itu telah dilakukan. Yaitu, dengan mengasingkan sejumlah besar ikan salmon dari tempat hidupnya ke tempat yang jauh. Setengah dari ikan-ikan salmon itu disumbat hidungnya, sementara sisanya dibiarkan terbuka. Hasilnya? Ikan-ikan yang hidungnya disumbat tersesat dalam perjalanan pulangnya, sementara ikan yang tidak disumbat hidungnya berhasil menemukan jalan untuk kembali ke tempat asal mereka.

Hewan yang menempuh perjalanan paling jauh di lautan

Pengembara lautan paling hebat adalah paus abu-abu. Setiap tahun, mereka menempuh perjalanan dari tempat mereka kawin di lautan tropis ke tempat mereka mencari makanan di Lautan Arktik. Kemudian,mereka kembali lagi ke tempat semula. Keseluruhan jarak perjalanan itu mencapai 20.000 km (12.500 mil). Tetapi, mereka dapat kembali ke tempat asal mereka tanpa tersesat.

Karena jauhnya jarak yang ditempuh oleh paus abu-abu, para ilmuwan harus menggunakan satelit untuk melacak jejak mereka. 😀

Tags: