Bagaimana, Sih, Sebenarnya Gaya Hidup Banteng?

Kita sering melihat hewan satu ini menyerang dan menyeruduk kain bewarna merah yang dilambai-lambaikan oleh seorang matador. Yup, banteng! Bila melihat hal itu, terdapat kesan bahwa binatang ini sangat membenci warna merah. Tetapi, benarkah banteng tidak menyukai warna merah? Bila melihat atraksi matador dan banteng itu, terdapat kesan juga bahwa banteng adalah binatang yang galak dan buas. Tetapi, benarkah demikian? Bagaimana, sih, sebenarnya gaya hidup banteng? Di bawah ini, sedikit tentang gaya hidup banteng yang sebenarnya. 😀

Bagaimana, sih, sebenarnya gaya hidup banteng?

Banteng menghuni kawasan hutan yang memiliki banyak tumbuhan, juga hutan-hutan bambu. Hewan yang memiliki nama ilmiah Bos javanicus ini banyak dijumpai di daerah Asia Tenggara, Myanmar, Laos, dan Vietnam. Di Indonesia, banteng bisa kita jumpai di kawasan Pulau Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Meski terkesan galak dan liar, sebenarnya banteng hewan yang pemalu juga penyendiri dan sulit untuk didekati. Meski demikian, banteng juga hidup berkelompok dengan sesamanya, membentuk sekawanan yang biasanya terdiri dari 20-30 ekor. Setiap satu kelompok dipimpin oleh 1 ekor banteng jantan dewasa. Sementara, banteng jantan lain yang tidak berkelompok akan hidup sendirian atau bergabung bersama banteng-banteng jantan yang lain.

Banteng aktif pada siang maupun malam hari. Tetapi, bila berada di kawasan yang banyak gangguan manusia, mereka lebih aktif di malam hari. Semalaman mereka akan mencari makan dengan sesekali diselingi istirahat. Meski tampak gagah perkasa dan buas, ternyata hewan ini menjadikan rumput, bambu, ranting, buah-buahan, serta dedaunan sebagai makanan utama.

Biasanya, pada waktu musim hujan, banteng akan meninggalkan lembah untuk mencari tempat tinggal yang lebih tinggi. Setelah musim hujan berlalu, mereka akan kembali turun ke lembah.

Benarkah banteng tidak menyukai warna merah?

Kita mungkin sering melihat adegan di mana seorang matador melambai-lambaikan kain berwarna merah, lalu banteng akan menyerang dan menyeruduknya. Tampak sekali terlihat seolah-olah banteng sangat membenci warna tersebut. Benarkah ia membencinya? 😀

Sebenarnya, tidak! Mengapa? Karena, semua banteng buta warna! Mereka tidak bisa membedakan warna merah atau warna lainnya. Sang matador sengaja menggunakan kain berwarna merah dan melambai-lambaikannya untuk menarik perhatian si banteng. Banteng pun kemudian menyerang dan mengejar kain itu, bukan karena warnanya, tetapi karena dilambai-lambaikan kepadanya. 😀

Tags: