Blogger Harus Berani Mencoba

Banyak blogger yang berpikir bahwa mendengarkan cerita pengalaman dari para blogger senior nan sukses adalah cara terbaik untuk mendapatkan pengetahuan tentang cara ngeblog yang baik dan benar. Apalagi biasanya dengan begitu mereka akan terhindarkan dari rasa sakit akibat kegagalan atau kesalahan. Tetapi, sebenarnya itu adalah sebuah hal yang justru menjadi penghambat.

Seorang blogger harus berani mencoba. Harus berani melakukan kesalahannya sendiri. Harus bisa menerima rasa sakit dan kecewa ketika menemui apa yang diharapkannya tidak bisa tercapai.

Tidak ada jalan yang lebih baik dibandingkan mengalaminya sendiri. Dan, itu semua tidak akan bisa dilakukan jika tidak berani mencoba dan melakukan “trial and error”.

Mengapa seorang blogger harus berani mencoba?

Teori yang diberikan oleh seorang yang sudah lama berkecimpung dalam blogosphere dan terbukti sudah sukses tentu saja, amat membantu. Hanya, jangan dilupakan pepatah “pengalaman adalah guru terbaik”. Bukan pengalaman orang lain melainkan pengalaman diri sendiri.

Jika ia hanya menelan cerita pengalaman yang diberikan oleh orang lain, ia tidak akan bisa merasakan dengan persis seperti apa rasanya, seperti apa kesalahannya, seperti apa penanggulangannya. Yang ia dengar hanyalah versi singkat yang sudah pasti banyak dipangkas oleh yang membuat cerita. Bukan sebuah cerita utuh.

Bahkan, bukan tidak mungkin kisah yang disampaikan oleh sang senior sudah mendapatkan bumbu-bumbu agar para pemula mau mengikuti jalannya. Tentunya akan menguntungkan bagi sang senior karena akan ada barisan pengikut loyal yang bisa sekaligus menjadi pasarnya.

Berbeda dengan bila sesuatu dialaminya sendiri maka ia akan tahu dan merasakan semuanya secara utuh. Tentunya, mendapatkan sesuatu yang lengkap dan komplit akan lebih berharga dibandingkan yang hanya sebagian saja.

Teori adalah informasi basi

Bob Sadino, sang pengusaha sukses eksentrik pernah berkata “Teori adalah informasi basi”. Kasar terdengarnya, tetapi banyak kebenaran di dalamnya.

Teori yang disampaikan para senior di dunia blogging akan selalu berdasar pada kondisi dan situasi yang dialaminya. Teori tersebut juga dibuat berdasarkan logika berpikir dan karakter si pembuat teori.

Lalu, jika teori tersebut ditelan begitu saja oleh yang mendengar, maka kemungkinannya saat dilakukan akan gagal. Kondisi, situasi, karakter yang menelan teori dan melakukannya berbeda dengan yang membuat teori.

Misalkan, sebuah teori blogging dibuat oleh seorang internet marketer dan penggelut dunia tutorial blogging. Lalu, dia membuat teori bagaimana cara ngeblog yang baik. Kemudian, yang membacanya bergelut di dunia blogging yang lain, tentang memasak.

Apakah teori-teori tersebut pasti berhasil kalau langsung diterapkan? Kemungkinan besar akan gagal. Situasi dan tuntutan di dunia blogging versi resep masakan berbeda dengan dunia blogging tentang tutorial ngeblog. Tidak sama karakternya.

Oleh karena itu menelan secara mentah-mentah teori blogging yang ada tidak akan membawa Anda maju dan menjadi blogger yang “dewasa”.

Teori-teori tersebut harus dibuktikan, ditweak (disesuaikan) dengan kondisi riil dunia blogging yang digeluti. Dan, hal itu tidak akan bisa dilakukan tanpa keberanian untuk melakukan percobaan-percobaan.

Kesalahan? Sudah pasti akan ada. Justru dari situlah harus ditemukan pemecahannya dan jalan keluarnya. Sesuatu yang tidak akan bisa dihasilkan hanya dengan bertanya, bertanya, dan bertanya. Setiap blogger harus menemukan jalannya sendiri.

Apa yang harus dicoba oleh para blogger?

Dalam hal apa blogger harus berani mencoba? Jawabnya, semuanya. Semua sisi dan apapun harus dicoba. Bukan ditanyakan.

  1. Teori para blogger senior : buktikan bahwa teori itu bermanfaat atau tidak. Kalau ternyata tidak bermanfaat dan bisa mendorong kemajuan bagi blog, buang saja. Jangan ragu meskipun itu berasal dari blogger kondang.
  2. Cara penulisan : jangan terpaku pada satu gaya penulisan. Lakukan berbagai tes dan percobaan. Dengan begitu selain kita bisa menemukan gaya menulis yang paling cocok bagi kita, juga bisa memperkaya khasanah gaya penulisan. Tidak akan terbuang percuma.
  3. Topik atau ide : memang menulis sesuatu berdasarkan passion adalah yang terbaik, tetapi menulis yang kita ketahui tetapi bukan passion kita belum tentu jelek. Bisa jadi dia bukan yang terbaik, tetaoi masuk kategori baik. Dengan mengetahui ini berarti kita memperkaya diri dengan hal-hal lain yang bisa memungkinkan diwujudkan dalam beberapa blog.
  4. Menoba mematahkan teori : bertindak anti mainstream terkadang menghasilkan sesuatu yang tidak terduga. Selama ini kebanyakan blogger cenderung suka mencari aman dengan membebek pada blogger yang sudah terkenal saja. Padahal belum tentu hal itu adalah yang terbaik. Dengan menoba menjadi anti mainstream, ada kemungkinan kita menemukan jalan yang lebih baik atau lebih cocok bagi kita.

Masih banyak lagi hal yang perlu dicoba oleh para blogger. Seperti telah disebutkan di atas, blogger harus berani mencoba semua sisi dalam dunia blogging. Jangan sampai terikat pada satu hal yang membuatnya menjadi katak dalam tempurung.

Dunia ini luas dan perlu dieksplorasi. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan jika kita mau keluar dari tempurung kita dan kemudian berjalan.

Pojok Menulis adalah sebuah ajang bagi saya sendiri untuk mencoba. Di blog Lovely Bogor, blog utama, saya terbiasa menulis panjang. Tetapi, disini sebaliknya saya berusaha menuangkan pikiran dan ide dalam artikel-artikel yang sependek mungkin.

Tidak mudah ternyata. Tetapi, saya menemukan banyak hal. Yang tidak akan pernah saya dapat jika tidak berani mencoba.

Selamat mencoba!

Rate this article!
Tags: