Bahasa Indonesia

Cara Memenggal Kata Berdasarkan EYD
Bahasa Indonesia

Cara Memenggal Kata Berdasarkan EYD

Di dalam kegiatan menulis (baik dalam pengetikan maupun penulisan tangan), terkadang ada saat di mana kita harus memenggal sebuah kata. Tujuannya, tentu saja, untuk merapikan tulisan atau naskah yang sedang kita kerjakan. Tetapi, tentunya, pemenggalan kata tersebut tidak boleh sembarangan. Dengan kata lain, ada aturannya. Bagaimana, sih, aturannya? Di bawah ini adalah cara-cara memenggal kata
Pemakaian Huruf Berdasarkan EYD
Bahasa Indonesia

Pemakaian Huruf Berdasarkan EYD

Dalam Bahasa Indonesia, jumlah huruf yang digunakan ada 26 buah, yang terdiri dari lima buah vokal dan 21 buah konsonan. Adapun pemakaian huruf berdasarkan EYD (EjaanYang Disempurnakan), meliputi: huruf abjad, huruf vokal, huruf konsonan, huruf diftong, gabungan huruf konsonan, juga pemenggalan kata. Untuk pemenggalan kata, selengkapnya dapat dilihat di sini. Pemakaian huruf berdasarkan EYD Pemakaian huruf dalam
Arti Peribahasa KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA

Aeri peribahasa KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA adalah Karena kesalahan yang sangat kecil, persoalan yang lebih besar dan utama menjadi bermasalah, kacau dan berantakan Karena kesalahan yang sangat kecil, kebaikan yang dilakukan selama ini menjadi tidak terlihat NILA adalah sejenis tanaman perdu yang daunnya dipergunakan sebagai zat pewarna tekstil. BELANGA adalah panci besar. Tentu
Arti Peribahasa KUMAN DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK, GAJAH DI PELUPUK MATA TIADA TAMPAK
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa KUMAN DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK, GAJAH DI PELUPUK MATA TIADA TAMPAK

Arti peribahasa KUMAN DI SEBERANG LAUTAN TAMPAK, GAJAH DI PELUPUK MATA TIADA TAMPAK adalah kesalahan orang lain meskipun sangat kecil bisa ditemukan, tetapi kesalahan besar yang dilakukan oleh diri sendiri tidak bisa terlihat. Peribahasa ini mengambil perumpamaan “kuman”, yang teramat sangat kecil, dan berada di seberang lautan (tempat yang sangat jauh) bisa terlihat, tetapi gajah,
Arti Peribahasa MALANG TIDAK DAPAT DITOLAK, MUJUR TIDAK DAPAT DIRAIH
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MALANG TIDAK DAPAT DITOLAK, MUJUR TIDAK DAPAT DIRAIH

Arti peribahasa MALANG TAK DAPAT DITOLAK MUJUR TAK DAPAT DIRAIH adalah segala sesuatu dalam kehidupan manusia sudah ada yang mengatur, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa. Seseorang bisa berusaha melakukan apapun tetapi pada akhirnya nasibnya sudah ditentukan oleh Yang Kuasa. Contoh kalimat : Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Meskipun sudah berlatih keras untuk
Arti Peribahasa AIR BERIAK TANDA TAK DALAM
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa AIR BERIAK TANDA TAK DALAM

Arti peribahasa AIR BERIAK TANDA TAK DALAM adalah seseorang yang banyak omong/bicara biasanya tidak memiliki ilmu yang banyak. Beriak berasal dari kata RIAK yang artinya gelombang air (seperti jika tetesan air menetes ke permukaan air maka akan timbul gelombang air berbentuk melingkar). Peribahasa ini sama arti dan maknanya dengan TONG KOSONG NYARING BUNYINYA. Contoh kalimat
Arti Peribahasa MATA MENGANTUK DISORONGKAN BANTAL
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MATA MENGANTUK DISORONGKAN BANTAL

Arti peribahasa MATA MENGANTUK DISORONGKAN BANTAL adalah mendapatkan sesuatu yang sudah lama diidam-idamkannya. Peribahasa ini mengambil analogi seseorang yang sudah ingin tidur kemudian diberi bantal (perlengkapan untuk tidur). Tentu saja sangat menyenangkan karena dengan begitu ia akan bisa merebahkan diri dan tidur dengan nyaman. Contoh kalimat : Bagai mata mengantuk disorongkan bantal, si AA semalam
Arti Peribahasa BAGAI AIR DI DAUN KELADI
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI AIR DI DAUN KELADI

Arti peribahasa BAGAI AIR DI DAUN KELADI ada beberapa, yaitu : Orang yang tidak tetap pendiriannya atau pendiriannya selalu berubah-ubah Memberi ajaran atau nasehat yang baik tidak berguna bagi orang yang tidak mau menerima/mendengarnya. Peribahasa ini mengambil gambaran air di atas daun keladi yang “tidak akan bisa diserap oleh daun tersebut” dan kedua “posisinya selalu
Arti Peribahasa BAGAI PUNGGUK MERINDUKAN BULAN
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI PUNGGUK MERINDUKAN BULAN

Arti peribahasa BAGAI PUNGGUK MERINDUKAN BULAN adalah 1 Seseorang yang membayangkan atau menginginkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai/diraih 2. Seseorang yang jatuh cinta pada orang lain yang tidak mungkin akan membalas cintanya Pungguk sendiri adalah sejenis burung hantu, tepatnya bernama latin Ninox Scutulata yang banyak ditemukan di wilayah Malaysia dan Indonesia. Peribahasa ini mengambil analogi
Arti Peribahasa ROMA TIDAK DIBANGUN DALAM SEMALAM
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa ROMA TIDAK DIBANGUN DALAM SEMALAM

Arti peribahasa ROMA TIDAK DIBANGUN DALAM SEMALAM adalah bahwa segala sesuatu itu memerlukan proses, perjuangan, dan waktu. Apa yang dicita-citakan tidak akan diberikan di atas nampan perak, tetapi harus diperjuangkan dan diusahakan untuk dicapai dan kesemua itu akan memerlukan waktu. Ungkapan atau peribahasa ini berasal dari Perancis pada akhir abad ke-11 dan kemudian tercatat dalam