Bahasa Indonesia

Arti Peribahasa MENCONTENG ARANG DI MUKA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MENCONTENG ARANG DI MUKA

Arti peribahasa MENCONTENG ARANG DI MUKA adalah memberi malu/aib. Contoh dalam kalimat : Dari cerita yang kudengar dari salah seorang kerabatnya, Pak Lurah pernah melakukan sesuatu hal buruk yang telah menconteng arang di muka keluarganya. Euis diusir oleh orang tuanya karena telah hamil sebelum nikah. Ia dianggap telah menconteng arang di muka keluarganya. Demikianlah secara
Arti Peribahasa MENGUSIR ASAP, MENINGGALKAN API
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MENGUSIR ASAP, MENINGGALKAN API

Arti peribahasa MENGUSIR ASAP, MENINGGALKAN API adalah mengutamakan sesuatu yang kurang penting dan meninggalkan yang lebih penting. Contoh dalam kalimat : Ibarat mengusir asap, meninggalkan api. Ketika peristiwa kebakaran itu terjadi, alih-alih menyelamatkan diri sendiri Amir malah sibuk menyelamatkan harta bendanya. Alih-alih mengikuti ujian di sekolahnya, Astri malah datang ke pesta ulang tahun temannya. Tindakan
Arti Peribahasa MENGGUNTING DALAM LIPATAN
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MENGGUNTING DALAM LIPATAN

Arti peribahasa MENGGUNTING DALAM LIPATAN adalah mencelakakan/menipu kawan sendiri. Contoh dalam kalimat : Sungguh sedih sekali hatinya. Sahabat yang sangat dipercaya dan disayanginya tega merebut kekasih hatinya. Sangat tak ia duga bahwa sahabatnya tega menggunting dalam lipatan. Demikianlah secara singkat tentang arti peribahasa MENGGUNTING DALAM LIPATAN. Mudah-mudahan, penjelasan singkat ini dapat membantu dan memberikan manfaat.
Arti Peribahasa SAMBIL BERDIANG NASI MASAK, SAMBIL BERDENDANG BIDUK HILIR
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa SAMBIL BERDIANG NASI MASAK, SAMBIL BERDENDANG BIDUK HILIR

Arti peribahasa SAMBIL BERDIANG NASI MASAK, SAMBIL BERDENDANG BIDUK HILIR adalah dapat menyelesaikan beberapa masalah/pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. *) berdiang : memanaskan diri di dekat api *) biduk : sampan/perahu kecil *) Peribahasa ini juga sama artinya dengan peribahasa : SEKALI MERENGKUH DAYUNG, DUA, TIGA PULAU TERLAMPAUI SAMBIL MENYELAM MINUM AIR.   Contoh dalam
Arti Peribahasa MALAM BERSELIMUT EMBUN, SIANG BERTUDUNG AWAN
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MALAM BERSELIMUT EMBUN, SIANG BERTUDUNG AWAN

Arti peribahasa MALAM BERSELIMUT EMBUN, SIANG BERTUDUNG AWAN adalah sangat miskin/melarat dan tidak memiliki tempat tinggal/ tidak memiliki keluarga gelandangan Contoh dalam kalimat : Sepeninggal kedua orang tuanya, hidupnya terlunta-lunta ibarat malam berselimut embun, siang bertudung awan. Malam berselimut embun, siang bertudung awan. Begitulah kira-kira perumpamaan untuk menggambarkan kehidupan Joko saat ini. Karena ingin kehidupan
Arti Peribahasa BAGAI BUMI DENGAN LANGIT
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI BUMI DENGAN LANGIT

Arti peribahasa BAGAI BUMI DENGAN LANGIT adalah dua hal yang sangat jelas perbedaannya dan tidak bersesuaian. Contoh dalam kalimat : Kedua anak gadis itu meski terlahir kembar, tetapi perangai yang dimiliki keduanya bagai bumi dengan langit. Setelah menikah, kehidupan kedua sahabat itu bagai bumi dengan langit, yang satu miskin, yang satu kaya. Tetapi, hal itu
Arti Peribahasa KEPALA SAMA BERBULU, HATI BERLAINAN
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa KEPALA SAMA BERBULU, HATI BERLAINAN

Arti peribahasa KEPALA SAMA BERBULU, HATI BERLAINAN, adalah setiap manusia memiliki pikiran dan pendapat¬† yang berbeda-beda. Contoh dalam kalimat : “Meski kepala sama berbulu, hati berlainan, tetapi persatuan tetap harus diutamakan. Bukankah, berbeda bukan berarti berseteru dan kita bisa bersatu meski berbeda?” ujar Bapak Kepala Sekolah mengakhiri pidatonya. Di ruang rapat itu perdebatan sengit antar
Arti Peribahasa KALAH JADI ABU, MENANG JADI ARANG
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa KALAH JADI ABU, MENANG JADI ARANG

Arti peribahasa KALAH JADI ABU, MENANG JADI ARANG adalah dalam suatu persaingan/perselisihan/pertengkaran, baik menang maupun kalah sama-sama tidak mendapat keuntungan. *) Abu dan arang merupakan hasil akhir dari suatu proses pembakaran. Biasanya, sesuatu yang telah menjadi arang atau abu tidak dapat kita manfaatkan lagi. Itu yang dimaksud dengan tidak mendapat keuntungan. Contoh dalam kalimat :
Arti Peribahasa MAKSUD HATI MEMELUK GUNUNG, APA DAYA TANGAN TAK SAMPAI
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MAKSUD HATI MEMELUK GUNUNG, APA DAYA TANGAN TAK SAMPAI

  Arti peribahasa MAKSUD HATI MEMELUK GUNUNG, APA DAYA TANGAN TAK SAMPAI, adalah menghendaki sesuatu/memiliki cita-cita yang tidak mungkin/mustahil untuk dicapai. *) Gunung merupakan benda yang besar. Seandainya kita ingin menarik tali sekeliling gunung itu, sangatlah panjang tali yang diperlukan. Apalagi jika kita ingin memeluk dengan kedua tangan kita. Suatu hal yang mustahil/sulit dicapai, bukan?
Arti Peribahasa SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA

  Arti peribahasa SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA, adalah mendapat kesusahan/musibah secara berturut-turut/beruntun. Peribahasa ini menggambarkan keadaan seseorang yang ditimpa kesusahan bertubi-tubi. Bayangkan, ketika seseorang jatuh (ditimpa kesusahan), lalu ia tertimpa tangga (mendapat kesusahan lainnya secara beruntun). Contoh dalam kalimat : Sungguh malang gadis itu. Beberapa hari setelah kehilangan pekerjaan, rumahnya dirampok orang. Nasibnya kini ibarat