Peribahasa

Arti Peribahasa BERJALAN SAMPAI KE BATAS, BERLAYAR SAMPAI KE PULAU
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BERJALAN SAMPAI KE BATAS, BERLAYAR SAMPAI KE PULAU

Arti peribahasa BERJALAN SAMPAI KE BATAS, BERLAYAR SAMPAI KE PULAU adalah Mengerjakan sesuatu pekerjaan sebaiknya hingga selesai atau tuntas Mengerjakan sesuatu pekerjaan sebaiknya dilakukan dengan sungguh-sungguh hingga mencapai tujuan atau apa yang ditargetkan Contoh kalimat : Janganlah tanggung dalam melakukan sesuatu. Berjalanlah sampai ke batas dan berlayarlah sampai ke tujuan. Selesaikan apa yang kamu mulai
Arti Peribahasa BERBILANG DARI ESA, MENGAJI DARI ALIF
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BERBILANG DARI ESA, MENGAJI DARI ALIF

Arti peribahasa BERBILANG DARI ESA, MENGAJI DARI ALIF adalah mengerjakan sesuatu hendaknya dari permulaan/awal. Berbilang = Berhitung Esa = Satu Alif : Huruf pertama dalam jajaran alfabet Arab dan merupakan huruf pertama yang akan diperkenalkan saat belajar membaca Al-Qur’an (Mengaji) Contoh kalimat : Kamu tidak akan mengerti apa-apa jika tidak berbilang dari esa mengaji dari
Arti Peribahasa ANAK DIPANGKU DILEPASKAN, BERUK DI RIMBA DISUSUKAN
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa ANAK DIPANGKU DILEPASKAN, BERUK DI RIMBA DISUSUKAN

Arti peribahasa ANAK DIPANGKU DILEPASKAN, BERUK DI RIMBA DISUSUKAN adalah Sibuk mengurusi urusan atau perkara orang lain dan mengabaikan hal-hal atau urusan sendiri yang harus dilakukan Tidak mengurusi sesuatu yang wajib dan harus dilakukannya tetapi mengerjakan hal-hal lain yang bukan tugasnya Peribahasa ini mengambil analogi “anak” yang seharusnya diurusi dan dirawat tidak diurusi tetapi beruk
Arti Peribahasa MENEPUK AIR DI DULANG TERPERCIK MUKA SENDIRI
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MENEPUK AIR DI DULANG TERPERCIK MUKA SENDIRI

Arti peribahasa MENEPUK AIR DI DULANG TERPERCIK MUKA SENDIRI adalah Melakukan sebuah kejahatan pada akhirnya akan menghasilkan keburukan kepada diri sendiri Melakukan sebuah perbuatan yang pada akhirnya mempermalukan dan merusak nama baik diri sendiri Dulang adalah sebuah bejana air yang memiliki tepi pada bibirnya dan memiliki kaki di bagian bawahnya. Kata ini juga merujuk pada
Arti Peribahasa MATI HARIMAU KARENA BELANGNYA, MATI KESTURI KARENA BAUNYA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa MATI HARIMAU KARENA BELANGNYA, MATI KESTURI KARENA BAUNYA

Arti peribahasa MATI HARIMAU KARENA BELANGNYA, MATI KESTURI KARENA BAUNYA adalah Orang yang sering mengalami kesusahan, kecelakaan, atau musibah karena kelebihan yang dimilikinya Orang yang mengalami kesusahan karena memamerkan atau menonjolkan keunggulan/kelebihan yang dimilikinya Sebagai contoh si A yang kaya dan memiliki banyak harta dirampok pada saat ia berjalan-jalan karena ia mengenakan perhiasan yang sangat
Arti Peribahasa BAGAI MAKAN BUAH SIMALAKAMA
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI MAKAN BUAH SIMALAKAMA

Arti peribahasa BAGAI MAKAN BUAH SIMALAKAMA adalah Berada dalam kondisi yang sulit dimana hanya ada pilihan yang tidak enak Situasi ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit Sebuah kondisi yang serba salah Peribahasa ini memiliki kalimat lengkap BAGAI MAKAN BUAH SIMALAKAMA, DIMAKAN IBU MATI, TIDAK DIMAKAN BAPAK MATI. Buah simalakama sendiri konon merupakan sebutan di Sumatera
Arti Peribahasa BAGAI ANJING BERANAK ENAM
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI ANJING BERANAK ENAM

Arti peribahasa BAGAI ANJING BERANAK ENAM adalah KURUS SEKALI. Peribahasa ini mengambil analogi dari kondisi anjing yang setelah melahirkan anak-anaknya (biasanya 2-3) yang akan terlihat sangat kurus. Kondisi tubuhnya tentu akan sangat kurus ketika jumlah anak anjing yang dilahirkan lebih dari itu. Contoh kalimat : Si Salamah sangat stress karena dipecat oleh majikannya dan kehilangan
Arti Peribahasa ADAT TELUK TIMBUNAN KAPAL, ADAT GUNUNG TEPATAN KABUT
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa ADAT TELUK TIMBUNAN KAPAL, ADAT GUNUNG TEPATAN KABUT

Arti peribahasa ADAT TELUK TIMBUNAN KAPAL, ADAT GUNUNG TEPATAN KABUT adalah Bertanyalah kepada orang yang memiliki pengetahuan Memintalah kepada orang yang memiliki kelebihan (dalam hal materi) Peribahasa ini mengambil analogi dari fakta bahwa teluk merupakan tempat kapal-kapal berlabuh dan menghindar dari badai. Sebuah fakta juga bahwa kabut memang banyak ditemukan di gunung atau dataran tinggi.
Arti Peribahasa BAGAI AIR DENGAN MINYAK
Bahasa Indonesia, Peribahasa

Arti Peribahasa BAGAI AIR DENGAN MINYAK

Arti peribahasa BAGAI AIR DENGAN MINYAK adalah Tidak bisa bersatu Ketidakcocokan Dua hal yang tidak bisa disatukan Peribahasa ini mengambil analogi dari fakta bahwa minyak (jenis apapun) dan air tidak akan bisa bercampur karena perbedaan berat jenis. Oleh karena itu arti peribahasa BAGAI AIR DENGAN MINYAK menggambarkan ketidakcocokan dalam sebuah hubungan dimana kedua belah pihak