Dilema Memberi Sedekah Pengemis di Pinggir Jalan

Repot memang. Sering tidak tega, tetapi kalau dilakukan “melanggar hukum”. Pernahkah Anda memberi sedekah pengemis di pinggir jalan?

Pasti lah pernah.

Nah, mungkin Anda bertanya mengapa jadi dilema? Bukankah sebuah hal yang baik untuk berbagi dengan mereka yang kekurangan?

Yah, tentu saja. Memberikan sedekah pada pengemis di pinggir jalan merupakan salah satu bentuk berbagi dan menolong orang yang kesusahan. Masalahnya bukan itu. Kalau dilihat dari sisi ini, memang banyak kebaikan.

Apalagi sebagai orang Timur, kita terbiasa diajarkan untuk ikut memperhatikan orang lian. Menolongnya dengan segala cara jika mampu. Saat kecil pun kita sudah diajarkan tentang hal itu dan tidak jarang orangtua kita justru memberikan uang kepada kita agar diserahkan pada pengemis.

Memang ini adalah tindakan yang baik.

Tetapi, ada tetapinya ternyata.

Hal itu juga mengajarkan kita untuk melanggar hukum, setidaknya di saat sekarang. Ya, benar sekali melanggar hukum.

Banyak kota sudah mengeluarkan perda yang melarang memberikan uang kepada pengemis di pinggir jalan. Peraturan ini melihat sisi lain, yaitu ketidaktertiban dalam masyarakat.

Sebagai contoh, banyak pengendara mobil yang terkadang berhenti sejenak untuk memberikan sedekah pada pengemis yang menanti di pinggir jalan. Akibatnya sering arus lalu lintas tersendat.

Begitu pula keberadaan pengemis di area memberi kesan kumuh pada kota, padahal di sisi lain, masyarakat kebanyakan menginginkan kebersihan dan ketertiban.

Jadi, hukum atau aturan yang ada pun dibuat demi kebaikan bersama.

Nah, itulah mengapa memberi sedekah pada pengemis di pinggir jalan menghadirkan dilema juga pada mereka. Bersedekah tapi melanggar aturan, tidak bersedekah, hati tidak tega.

Jadi, mana yang Anda pilih?

Kalau saya sudah menentukan pilihan. Sebagai warga masyarakat yang baik, sudah seharusnya saya mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Demi kenyamanan bersama.

Bagaimana dengan hati nurani dan ajaran membantu orang yang tidak mampu? Bukan sebuah masalah. Indonesia adalah sebuah negara dengan jumlah penduduk miskin mencapai 30 juta orang. Tidak sulit menemukan mereka-mereka yang membutuhkan bantuan.

Banyak badan, mesjid, organisasi yang bersedia menampung sumbangan atau sedekah untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Sama saja toh.

Dengan begitu, saya tidak menjadi pelanggar aturan dan pada saat yang sama tetap bisa berbagi. Sederhana kan?

Tags: