Jadilah Blogger Ber-Etika dan Bertanggungjawab

O ya. Jangan salah. Meskipun internet dan dunia maya bak hutan rimba dan penuh dengan kebebasan, tetapi tetap saja karena berkaitan dengan yang namanya manusia tetap saja harus ada yang namanya etika, tata krama, dan sopan santun. Tanpa itu semua, maka internet akan benar-benar menjadi hutan rimba dimana tidak ada keteraturan dan yang ada hanya chaos, atau kekacauan.

Dalam hal ini, menyangkut yang namanya blogger, atau pengelola blog pun tidak bisa lepas dari hal-hal tersebut. Mereka tetap diharapkan memiliki tata nilai sendiri yang harus menjadi dasar ngeblog. Semua blogger diharapkan menjadi blogger ber-etika dan bertanggungjawab.

Serius banget yah?

Sebenarnya tidak begitu. Yang namanya etika di dalam dunia internet sebenarnya juga sudah ada di dalam kehidupan nyata sehari-hari. Hal itu juga sudah diajarkan, baik oleh orangtua, sekolah, guru, dosen, dan bahkan teman. Jadi, sebenarnya tidak ada yang istimewa.

Silakan saja lihat etika dasar dari seorang yang bergaul di internet.

1) Jangan menyebarkan kebencian atau berita bohong (hoax)

Sejak kecil, orangtua saja sudah mengajarkan bahwa kebohongan bukanlah hal yang benar untuk dilakukan. Apalagi jika hal itu ditambah dengan kebohongan untuk memecah belah dan menimbulkan kebencian.

Percuma diajarkan tentang sopan santun dan tata krama sejak kecil kalau tetap menulis sesuatu yang bernada kebencian dan kebohongan.

2) Mematuhi hukum yang berlaku

Dunia maya seperti terlepas dari dunia nyata, tetapi sebenarnya tidak. Pelakunya tetap saja manusia yang hidup bukan di dunia maya. Mereka hidup di alam nyata dan terikat oleh banyak aturan hukum.

Oleh karena itu perilaku mereka pun harus tetap berlandaskan pada hukum yang ada. Apalagi sekarang sudah ada UU ITE yang mengatur batasan saat beraktifitas di dunia maya.

Blogging atau ngeblog pun terikat pada semua yang disebutkan pada hukum ini. Tidak ada terkecuali.

3) Tidak melakukan copy-paste alias plagiarisme

Ngeblog memang bukan sesuatu yang resmi, tetapi segala aturan tentang kekayaan hak intelektual tetap berlaku di dunia ini.

Tidak boleh sembarangan seorang blogger karena terlalu ingin cepat sukses dengan seenaknya mengambil hasil karya orang lain untuk dipajang di blognya.

Suka atau tidak suka, selain ada aturan hukum tentang hal ini, ada etika yang akan dilanggar kalau seorang blogger melakukan hal ini.

4) Tidak menjadi spammer

Promosi boleh. Bebas. Tetapi, ketika promosi itu sudah berlebihan maka yang ada adalah gangguan.

Menaruh link di kolom komentar yang sudah disediakan pemilik blog adalah sesuatu yang normal dan beretika. Tetapi, menaruh link aktif pada kolom komentar dan bukan di tempat seharusnya adalah sebuah hal yang tak beretika.

Kalau ini dilakukan, seperti masuk ke warung orang lain, dan kemudian meletakkan barang dagangan milik sendiri tanpa seizin pemilik warungnya.

Apalagi kalau sampai dilakukan berulang-ulang. Kewarasan orang yang melakukannya patut dipertanyakan.

5) Tidak mematuhi aturan yang ditetapkan sebuah komunitas

Lagi-lagi masih menyoroti kelakukan blogger yang tidak bisa melihat komunitas sebagai komunitas. Kebanyakan blogger memandang komnitas sebagai sebuah pasar, tempat mereka bisa menyebar link mempromosikan blognya.

Kebodohan seperti ini menunjukkan sebuah tindakan yang sangat tidak beretika.

Bagaimana bisa disebut beretika ketika tanpa kulonuwun blogger-blogger tak beretika ini langsung memajang link aktif menuju blognya.

Blogger beretika dan bertanggungjawab bukanlah blogger yang rajin melakukan blogwalking (banyak blogger menganggap blogwalking atau jalan-jalan antar blog sebagai etika, padahal bukan).

Blogger beretika dan bertanggungjawab adalah mereka yang bisa bersikap mematuhi aturan, baik tertulis atau tidak tertulis dan tidak merugikan orang lain, baik di dunia maya atau di dunia nyata.

Sesederhana itu saja. Mau tujuan ngeblognya karena uang atau ketenaran, bukanlah sebuah masalah. Masing-masing orang akan memiliki tujuan dan targetnya sendiri.

Selama hal itu dilakukan dengan cara yang benar dan tidak merugikan orang lain, maka semua sah-sah saja.

Jangan pegang omongan “mencari rejeki haram saja susah, apalagi yang halal”. Kesuksesan bisa dilakukan dengan cara yang halal dan tetap dengan memegang etika. Percaya pada omongan seperti di atas adalah cermin kebodohan dan kemalasan saja.

Jadi, mari kita menjadi blogger yang ber-etika dan bertanggungjawab. Tidak sulit kok!

Tags: