Jenis-Jenis Gaya Bahasa Perbandingan Dalam Bahasa Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui, gaya bahasa (majas) perbandingan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan dalam bentuk perbandingan untuk meningkatkan kesan kepada pembaca atau pendengar. Gaya bahasa perbandingan ini terdiri dari beberapa jenis. Berikut di bawah ini adalah jenis-jenis gaya bahasa perbandingan dalam Bahasa Indonesia.

jenis-jenis gaya bahasa perbandingan dalam bahasa indonesia

gambard diambil dari www.pixabay.com

Jenis-jenis gaya bahasa perbandingan dalam Bahasa Indonesia

Gaya bahasa perbandingan terdiri dari beberapa jenis, di antaranya :

  • alegori : jenis gaya bahasa yang membandingkan dua buah keutuhan melalui kiasan atau penggambaran
    • contoh :
      • Semoga kita semua sanggup menghadapi badai dan gelombang kehidupan ini.
  • litotes : gaya bahasa perbandingan yang menyatakan sesuatu dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan dar yang sebenarnya. Hal ini dimaksudkan untuk merendahkan diri.
    • contoh :
      • Sudilah kiranya Anda bersedia singgah di gubuk saya. (padahal rumahnya mewah)
  • metafora : adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda berdasarkan persamaannya.
    • contoh :
      • Langit berkilau keemasan ketika sang raja malam telah keluar dari peraduannya.
  • personifikasi atau penginsanan : adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan benda-benda mati atau benda-benda hidup (selain manusia) berwatak/berperilaku seperti manusia.
    • contoh :
      • Angin sepoi meniupkan sejuta rindu untukmu.
      • Daun cemara menari-nari ketika angin berhembus pelan.
  • simile : gaya bahasa perbandingan yang menggunakan kata-kata pembanding (seperti, laksana, bagaikan, penaka, ibarat, dsb) untuk memperjelas pernyataan.
    • contoh :
      • Rambutnya ikal bagaikan mayang terurai.
      • Setelah mendengar berita mengagetkan itu, seketika mukanya pucat seperti mayat.
  • simbolik : gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan untuk menyatakan sesuatu. Seperti, lintah darat adalah lambang manusia pemeras; bunglon adalah lambang manusia yang tak jelas pendiriannya; bunga kamboja sebagai lambang kematian; buaya darat sebagai lambang lelaki yang memiliki banyak wanita/tiak setia pada pasangannya.
    • contoh :
      • Aisyah, teman semasa kecil saya, dipaksa menikah dengan Ki Demang, si buaya darat.
  • tropen : merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang memiliki makna sejajar dengan pengertian yang dimaksud.
    • contoh :
      • Semenjak ditinggal suaminya, Minah bekerja membanting tulang demi menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.

Itulah jenis-jenis gaya bahasa perbandingan dalam Bahasa Indonesia beserta contohnya. Mudah-mudahan dapat membantu dan bermanfaat. ^_^

Tags: