Kehabisan Ide Untuk Ngeblog? Ah, Masa Sih? Kok Bisa?

Bukan meledek. Bukan juga merendahkan. Kenyataannya, memang saya jarang merasakan hal seprti itu, maksudnya kehabisan ide untuk ngeblog. Padahal, saya menulis rata-rata 5-10 artikel setiap harinya.

Tetapi, bukan berarti tidak pernah ya merasakan hal seperti itu. Ada juga beberapa saat di awal-awal perjalanan ngeblog, saya merasa seperti terkuras habis dan pikiran terasa mentok tidak bisa menemukan ide untuk bahan tulisan.

Setelah dipikir-pikir lagi, dan mungkin memang terjadi pada semua blogger, ada beberapa alasan umum mengapa seorang blogger merasa tidak bisa menemukan ide yang bagus untuk ditulis.

Begini menurut teori saya.

Mengapa bisa kehabisan ide untuk ngeblog?

1) Tidak memahami niche yang ditulis

Walau Pojok Menulis adalah blog gado-gado dengan sistem “palugada” (apa lu mau gua ada), tidak berarti adminnya tidak punya blog bersifat niche tertentu. Punya dong. Jelas itu.

Nah, terkadang pemilihan niche itu sendiri tidak sesuai dengan slogan “follow your passion” alias ikuti gairah dan minatmu. Seringnya, niche dipilih karena dianggap akan memberikan Biaya Per Klik (BPK) tinggi iklan.

Jadilah pemilihan tidak berdasarkan minat dan kemampuan. Ujungnya, dengan pengetahuan yang minim dan minat yang sebenarnya tiada itu, otak tidak bisa bekerja maksimal menelurkan ide-ide untuk bahan tulisan.

Lha, ya gimana mau ada ide kalau pengetahuan dna minat tidak ada.

2) Terlalu mengikuti teori

Kata blogger sukses dan berhasil, lakukan riset keyword, kemudian pilih yang memiliki pencarian banyak dan ber-BPK tinggi.

Hasilnya, berjam-jam akan dihabiskan untuk memilih ide dan topik pakai Google Keyword Planner (GKP). Yang pengunjungnya sedikit dan bernilai BPK rendah dibuang dan tidak dipakai.

Hasilnya, lama kelamaan sumber ide habis. Apalagi kalau ternyata apa yang diminati tidak bisa ditemukan di GKP atau tidak ber-BPK mahal. Habis sudahlah idenya.

3) Terlalu serius

Lagi-lagi kata blogger sukses dan terkenal bilang, buat branding dan kedepankan profesionalitas supaya orang percaya pada tulisan Anda. Gitu katanya.

Hasilnya, kita, para blogger yang belum sukses terpola untuk bersikap serius dan memilih topik-topik yang membuat kita terkesan ahli. Yang “dianggap” tidak bisa membantu menghadirkan kesan profesional disingkirkan saja.

Padahal, blogger ya blogger. Bukan dosen, bukan guru, dan bukan ahli yang bersertifikat. Blogger adalah mereka yang berbagi melalui tulisan. Terlalu serius adalah musuh besar para blogger dan merupakan teman para internet marketer.

Mengekang diri supaya terlihat keren dan pintar justru menghambat kreatifitas blogger dalam menemukan ide bagi bahan tulisan.

4). Jarang membaca

Sudah tidak minat karena milih niche cuma berdasarkan uang saja, terlalu ikut teori, terlalu serius, masih pula ditambah dengan jarang membaca.

Bayangkan saja kalau harus membaca mengenai teori otomotif atau berita otomotif yang kita tidak minati. Mata bisa segera masuk dalam “ngantuk” mode bahkan tanpa disuruh.

Kalau tidak membaca, bagaimana bisa dapat pengetahuan untuk bahan menulis.

5) Memiliki jadwal terlalu ketat

Punya blog 1 dan targetnya harus ada 1 artikel setiap hari. Normal dan masih bisa diterima. Tetapi, punya 10 blog dan maunya diisi setiap hari paling tidak satu artikel dengan panjang kata 2000 kata adalah tidak realistis (kecuali Anda super blogger).

Memangnya blogger tidak perlu istirahat, makan dan belajar. Belum lagi yang punya istri dan anak. Sudah begitu pengennya diurus sendiri.

Yang benar saja bung.

Kalau begini, yang ada adalah rasa capek dan tertekan karena jadwal yang terlalu ketat dan memaksa. Dengan situasi begini, hampir pasti ujungnya adalah sindrom burn out akan hinggap pada diri.

Pada intinya, dengan begitu banyak hal di dunia ini, tidak seharusnya seorang blogger sampai kehabisan ide untuk ngeblog. Dunia begitu luas dan penuh dengan hal yang bisa dijadikan bahan tulisan.

Bila sampai keluar kata “Kehabisan Ide Untuk Ngeblog”, hampir pasti ada yang salah dengan diri sang blogger. Biasanya hal-hal seperti di atas adalah penyebabnya.

Ini tulisan ketiga saya di hari ini untuk Pojok Menulis.

Tags: