Manfaat Dan Khasiat Cabai Jawa Untuk Kesehatan

Tanaman cabai jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia. Semula hanya ditanam di Pulau Jawa, kemudian tersebar ke berbagai daerah, seperti Sulawesi, Lampung, dan Ambon. Masyarakat di Jawa, Sulawesi, dan Ambon telah lama menggunakan cabai jawa sebagai rempah pedas. Bahkan, ada penduduk dari salah satu suku di Ambon menggunakan cabai jawa kering sebagai pengganti cabai rawit untuk bumbu masakan.  Tumbuhan ini sudah dikenal sejak lama sebagai bahan untuk membuat jamu tradisional karena telah banyak masyarakat yang mengetahui akan manfaat dan khasiat cabai jawa untuk kesehatan.

Nama daerah cabai jawa

Cabai jawa merupakan kerabat lada yang bernama latin Piper retrofractum. Selain itu, cabai jawa juga dikenal dengan beberapa nama daerah, di antaranya :

Sumatera : lada panjang atau cabai panjang

Jawa : cabe jamu, cabean, cabe areuy, atau cabe sula

Madura : cabi jamo, cabi onggu atau cabi solak

Makasar : cabia

Kandungan yang dimiliki cabai jawa

Buah cabai jawa terasa pedas dan panas. Akarnya pun memiliki rasa pedas dan hangat. Buah cabai jawa memiliki beberapa kandungan, antara lain zat pedas piperin, asam palmitik, asam tetrahidropiperik, piperidin, minyak atsiri, dan sesamin. Sementara, akarnya mengandung piperin, piplartin, dan piperlonguminirna.

Manfaat dan khasiat cabai jawa untuk kesehatan

Cabai jawa telah terbukti memiliki khasiat sebagai obta. Kandungan zat yang dimiliki cabai jawa dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Kandungan minyak atsiri dalam cabai jawa dapat menyembuhkan berbagai penyakit, di antaranya :

  • mengatasi perut kembung (karminatif),  minyak atsiri yang dikandungnya dapat menguatkan lambung dan memperbaiki pencernaan sehingga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan pada lambung.
  • akar cabai jawa dapat dikunyah untuk mengatasi sakit gigi.
  • daun dan akarnya juga dapat direbus dan dipakai sebagai obat kumur karena dapat meredakan nyeri dan sebagai antiseptik.
  • pada kasus keracunan, cabai jawa aman digunakan sebagai infus obat dalam melalui kerongkongan. Meski demikian, infus cabai jawa juga dapat menyebabkan rahim (uterus) berkontraksi sehingga pada osis tertentu dapat menyebabkan keguguran/cacat lahir.
  • cabai jawa dapat memperpanjang waktu tidur karena mengandung piperin yang menyebabkan efek mengantuk.
  • selain itu, cabai jawa juga dapat melawan atau mengurangi daya racun striknina (salah satu zat yang terkandung dalam tumbuhan bidara laut).

Resep pengobatan dengan menggunakan cabai jawa

Berikut adalah bahan dan cara pembuatan obat dengan menggunakan cabai jawa untuk mengobati beberapa penyakit.

  • memulihkan rahim pasca melahirkan :
    • 3 gram cabai jawa keirng ditumbuk. Kemudian, seduh dengan air panas dan dinginkan. Minum 1x setiap hari.
  • hepatitis
    • tumbuk rimpang lempuyang dan peras airnya, lalu campurkan dengan cabai jawa (maksimal 3 buah) yang suah ditumbuk halus. Minum secara teratur.
  • sakit gigi
    • tumbuk halus buah cabai jawa kering. Taruh bubuk cabai jawa tersebut pada gigi yang berlubang atau sakit.
  • nyeri ulu hati, mual, disentri, hidung berlendir, dan sakit kepala
    • tumbuk halus buah cabai jawa kering. Campur dengan air matang, lalu diminum secara teratur.
  • obat kumur
    • cuci bersih 3 lembar daun cabai jawa lalu tumbuk halus. Seduh dengan 1 gelas air panas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat selama 2 menit.
  • kejang perut
    • tumbuk halus 3 lembar daun cabai jawa, lalu seduh dengan 1 gelas air panas. Minum 1 gelas 1 hari saat hangat jika perut terasa kejang.
  • mengatasi gangguan pencernaan, batu, bronkitis, dan epilepsi
    • cuci bersih 6 buah cabai jawa mentah kering, lalu tumbuk sampai halus. Minum dengan 1 sdm madu. Minum 1x setiap hari dengan dosis yang sama.
    • resep ini dapat digunakan untuk mengobati demam pasca melahirkan, penguat lambung, gangguan paru-paru, penyakit jantung, tekanan darah rendah, dan hidung berlendir.

Serba-serbi cabai jawa

Cabai jawa tumbuh di lahan-lahan kering di Jawa, Madura, Bali, dan Maluku. Tanaman asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat pekarangan dan banyak tumbuh di hutan-hutan dataran rendah. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari yang cukup.

Cabai jawa dapat tumbuh subur dan produktif berbuah pada tanah liat yang menganung pasir, subur, gembur, dan banyak menganung humus. Jika tergenang air, tanaman cabai jawa akan mudah terserang penyakit busuk akar dan bakteri patogen tanah.

Produk cabai jawa telah dikenal sejak lama oleh bangsa Romawi dan sering tertukar dengan lada. Sebelum cabai (Capsisum spp), tumbuhan inilah yang disebut cabai. Sementara, cabai sendiri disebut ‘lombok’ oleh orang Jawa.

 

Tags: