Manfaat Dan Khasiat Daun Babadotan Dalam Pengobatan Tradisional

Tanaman ini merupakan sejenis gulma pertanian. Termasuk ke dalam suku Asteraceae. Berasal dari Amerika tropis dan memiliki nama latin Ageratum conyzoides. Tanaman ini banyak dijumpai di Indonesia. Terkenal dengan nama Babadotan atau bandotan, karena baunya yang mirip kambing/domba bandot. Tapi, meski berbau khas seperti kambing, manfaat dan khasiat daun babadotan dapat kita jumpai di dalam pengobatan tradisional.

Tumbuhan yang berbau khas ini memiliki beberapa nama daerah, di antaranya :

Melayu : bandotan
Sunda : babadotan, babandotan leutik
Jawa : bandotan, wedusan
Madura : dus bedusan
Daun babadotan memiliki rasa sedikit pahit, pedas, dan memiliki fungsi sebagai penetralisir. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun babadotan, di antaranya asam amino, β-sitostreol, ageratochromene, friedelin, minyak terbang coumarin, potasium klorida, stigmasterol, organacid.

Manfaat dan khasiat daun babadotan dalam pengobatan tradisional

Di dalam pengobatan tradisional, daun babadotan dapat digunakan sebagai penurun panas, menghilangkan racun, (antitoksin), menghilangkan bengkak, menghentikan pendarahan, peluruh haid (hemenagog), stimulan, tonik, peluruh kencing, dan peluruh buang angin.

Bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan adalah daun dan batang muda. Bagian-bagian tersebut biasanya digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, di antaranya :

  • untuk bengkak, bisul, dan borok : cuci bersih seluruh bagian tumbuhan babadotan segar secukupnya. Tumbuk bersama nasi basi dan garam secukupnya. Tempelkan hasil tumbukan di tempat yang terkena bengkak, bisul, dan borok.
  • untuk eksim dan luka berdarah : cuci bersih 1 pohon babadotan segar tanpa akar, lumatkan. Lalu, balurkan ke tempat yang sakit. Setelah merata, balut dengan kain atau perban. Lakukan 2 kali sehari dengan dosis yang sama. Setiap mengganti tumbukan daun babadotan, luka dicuci dengan air panas atau alkohol.
  • untuk radang telinga : cuci bersih batang dan daun babadotan segar secukupnya, tumbuk, lalu peras. Teteskan air perasan pada telinga yang sakit sebanyak 1-2 tetes. Lakukan secara rutin 4 x sehari.
  • untuk sakit tenggorokan dan radang batang tenggorokan : cuci bersih 30-60 gram daun babadotan segar, tumbuk halus, lalu peras. Tambahkan gula batu yang sudah dilarutkan secukupnya ke dalam air perasan. Minum air perasan. Lakukan secara rutin 3x sehari dengan cara yang sama.

 

Tags: