Manfaat Dan Khasiat Jengkol Untuk Kesehatan

Jengkol. Siapa yang tak kenal dengan nama satu ini? Yup, yang terlintas dalam benak sebagian orang adalah suatu bahan pangan yang nikmat. Sementara yang sebagian lagi terlintas tentang aromanya yang khas. Bau, maksudnya. 😀 Yup, meski baunya mengundang kontroversi, tetapi hal tersebut tidak lantas menghilangkan manfaat dan khasiat jengkol untuk kesehatan.

Jengkol yang juga dikenal dengan jering memiliki nama latin Archidendron pauciflorum. Jengkol merupakan tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Termasuk ke dalam suku polong-polongan dan telah dianggap sebagai salah satu sayuran. Pohonnya berbatang lurus, bercabang banyak, tingginya dapat mencapai 25 meter. Daunnya rimbun, berwarna hijau keputih-putihan. Buahnya berbentuk berbelit membentuk spiral berwarna lembayung tua, biasanya berisi 5-7 biji. Biji buahnya memiliki kulit ari yang tipis dengan warna cokelat mengilap. Di Eropa, jengkol disebut ‘dog fruit‘.

Kandungan gizi yang dimiliki jengkol

Terlepas dari aroma ‘tidak sedap’ (menurut saya) yang timbul setelah dikonsumsi, kandungan zat-zat kimia yang dimiliki jengkol ternyata sangat bermanfaat untuk tubuh, di antaranya :

  • protein
  • vitaminA, B, dan C
  • fosfor
  • kalsium
  • alkaloid
  • steroid
  • glikosida
  • tanin
  • saponin

Manfaat dan khasiat jengkol untuk kesehatan

Jengkol ternyata kaya akan protein. Kandungan proteinnya kadarnya lebih tinggi dari kacang kedelai dan kacang hijau. Di samping itu, jengkol juga kaya zat besi yang berfungsi mengangkut okesigen dan sebagai pembangkit energi sel tubuh.

Selain kaya akan protein dan zat besi, jengkol juga tinggi kalsium yang berperan penting untuk mencegah osteoporosis. Kalsium juga berperan untuk proses metabolisme tubuh, penghubung antar jaringan saraf, serta dapat memperlancar pergerakan otot dan kerja jantung.

Kandungan lainnya adalah fosfor, yang berfungsi hampir sama dengan kalsium sebagai pencegah tulang keropos dan menjaga agar gigi tidak berlubang. Selain itu semua, jengkol juga mengandung vitamin A, B1, B2, dan C.

Daun mudanya jika dibakar hingga menjadi arang dapat digunakan untuk obat luar luka iris. Sementara, daun tuanya jika dibakar dengan minyak kelapa hingga menjadi arang dapat digunakan untuk obat sakit kulit, terutama kudis.

Pohon jengkol memiliki akar tunggang yang kokoh, memiliki kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat untuk konservasi air.

Cara mengolah jengkol yang benar

Jengkol termasuk sayuran yang banyak penggemarnya. Biasanya dilalap atau diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti disayur atau digoreng. Tetapi, harus selalu diingat, bahwa sayuran ini mengandung racun dan sangat bau, apalagi ketika buang air kecil. Bau tidak sedap pada urin timbul setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Meski demikian, bau tersebut dapat dikurangi dengan merendam dan merebusnya dengan kopi. Selain bermanfaat untuk melunakkan biji jengkol, kopi juga berfungsi untuk mengurangi bau tidak sedap.

Efek samping dari jengkol

Selain baunya yang tidak sedap, mengonsumsi jengkol secara berlebihan dapat menganggu kesehatan. Karena, biji jengkol sangat beracun dengan adanya kandungan asam jengkolat (sebuah asam amino) yang menyebabkan rasa sakit ketika buang air kecil (keracunan biji jengkol/jengkolan). Ini terjadi karena adanya penumpukan kristal di saluran urin yang disebabkan oleh asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Gejala yang muncul, antara lain terjadinya kejang otot, pirai, retensi urin, dan gagal ginjal akut.

 

 

Tags: