Menggunakan Flesch Reading Ease untuk menulis artikel

Anda seorang penulis yang hendak “go international” dengan menulis dalam bahasa Inggris? Sebelum anda mulai menulis maka anda harus paham dulu cara menggunakan “Flesch Reading Ease”.

Apa itu “Flesch Reading Ease” ? Sebenarnya istilah ini tidak terlalu tepat. Sebenarnya ada dua bagian yang didesain terpisah. Yang pertama memang bernama “Flesch Reading Ease (FRE)” dan yang kedua adalah “Flesch-Kincaid Grade Level(FKGL)”

Kedua nama ini adalah sebuah metode untuk menguji sebuah tulisan. Apakah tulisan tersebut mudah dibaca atau tidak.

Anda sudah pasti sudah sering membaca blog atau artikel di berbagai media. Banyak yang menggunakan kalimat-kalimat panjang dalam artikelnya. Seringkali sampai kita kesulitan menemukan ujung pangkal dan maknanya. Nah, untuk itulah FRE dan FKGL diciptakan.

Konsep awal keduanya dibuat oleh Rudolf Flesch dan kemudian dari konsep ini dikembangkan lebih lanjut oleh J. Peter Kinkaid. Mulanya ditujukan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat.

Tujuannya sederhana yaitu untuk mengukur apakah dokumen-dokumen resmi dari institusi tersebut bisa dimengerti oleh pembaca atau tidak. Kalau sudah susah-susah membuat tetapi yang membaca tidak mengerti, sudah pasti akan sia-sia bukan?

Itulah tujuan dasarnya.

Bagi seorang blogger yang ingin menulis dalam bahasa Inggris, uji keterbacaan ini sangat diperlukan. Apalagi karena orang Indonesia terbiasa dengan membuat kalimat yang panjang. Rentetan anak kalimat sambung menyambung sehingga tidak tahu lagi mana subyek, predikat dan obyeknya.

Kebiasaan tersebut sangat sering terbawa ketika kita menulis dalam bahasa Inggris. Kalimat bahasa Inggris kita menjadi sangat panjang.

Sekarang kedua uji keterbacaan tersebut FRE dan FKGL sudah ada dalam bentuk online. Hal yang akan sangat membantu sekali melihat artikel yang kita buat mudah dibaca atau tidak.

1. Flesch Reading Ease

Penilaian memakai skala 0-100. Semakin tinggi berarti tulisan semakin mudah dibaca. Semakin rendah, berarti semakin sulit dibaca.

Standar yang dipakai oleh dokumen resmi di AS adalah min 45. Kalau artikel atau tulisan hendak dibaca oleh publik, maka nilai yang harus dicapai antara 60-65.

Untuk mencapai nilai ini sebenarnya tidak sulit. Perbanyak kata dengan dua suku kata dan maksimum dalam satu kalimat hanya 12 kata. Maka nilainya akan meninggi.

Semakin banyak kata dengan lebih dari dua suku kata, nilai akan semakin turun. Begitu pula bila jumlah kata melebihi 12, maka nilai akan turun juga

2. Flesch-Kincaid Grade Level

Uji keterbacaan ini berdasarkan pada sistem pendidikan di AS. Skala yang dipakai 1-15, semakin rendah semakin baik. Kebalikan dari yang no 1.

Standar sebuah tulisan agar bisa dibaca dan diakses semua kalangan berada pada grade level 8. Kalau melebihi itu berarti yang membaca membutuhkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Apalagi kalau mencapai level 12-15.

Sebagai contoh tulisan di majalah TIME nilai FRE-nya antara 50-55 dan FKGL 10-11. Hal ini berarti untuk memahami tulisan di TIME membutuhkan pengetahuan lebih dibandingkan rata-rata orang AS.

Nah, kalau anda berniat menulis dalam bahasa Inggris, anda bisa menggunakan Flesch Ready Ease calculator pada website www.readability-score.com.

Copy paste-kan saja seluruh tulisan anda yang sudah jadi ke dalam kotak yang tersedia. Kemudian klik tab mana saja. Otomatis akan keluar data-data seperti di bawah ini.

Menggunakan Flesch Reading Ease

 

Perhatikan dua hal saja ketika menggunakan Flesch Reading Ease ini. Kedua hal itu yaitu hasil “Flesch Reading Ease” di bagian atas dan “Average Grade Level” di paling bawah.

Patokannya seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi. Kalau ternyata masih melebih, saya akan sarankan untuk memperbaiki artikel anda supaya lebih mudah dibaca.

Semakin mudah dibaca berarti semakin luas pasar yang bisa diraih

Mudah-mudahan tulisan mengenai menggunakan Flesch Reading Ease ini bisa bermanfaat.

 

 

Tags: