Menggunakan Google Translate Untuk Membuat Artikel Bisa Saja, Asal….

Belakangan ini banyak blogger Indonesia, terutama para Adsense Publisher, menggunakan Google Translate untuk membuat artikel. Alasannya untuk masuk ke pasar internasional yang lebih luas dan lebih menjanjikan karena menawarkan Biaya per Klik (BPK) atau CPC (Cost per Click) yang lebih baik daripada periklanan Indonesia.

Bukan copy-paste lho. Mayoritas dari mereka adalah benar-benar blogger yang menulis sendiri dan tulisan yang dipakai pun adalah hasil karya mereka sendiri. Mereka hanya menterjemahkannya ke dalam bahasa Inggris dengan fitur ini.

Usaha yang masuk akal mengingat bagaimanapun blogger butuh biaya untuk mendanai website yang dikelolanya. Periklanan Indonesia memang masih jauh dari menjanjikan dan masuk ke blogosphere internasional adalah jalan yang masuk akal.

Sayangnya, karena Google Translate masih jauh dari sempurna, hasil terjemahannya bisa dikata masih kacau balau. Lebih parahnya lagi, hasil terjemahan tersebut langsung dipublish tanpa melakukan editting atau perbaikan sama sekali.

Hasilnya adalah artikel-artikel berbahasa Inggris yang berantakan dan terkadang bahkan susah menangkap artinya. Memang sulit untuk mesin melakukannya dengan sempurna, hal itu sangat dimaklum.

Usaha yang bagus sebenarnya dan fitur dari Google ini memang sangat berguna. Tetapi, untuk itu tetap saja sebagai pengelola website, seorang blogger juga harus paham bahwa artikel yang sulit ditangkap artinya, sulit bersaing.

Pemakaian Google Transle untuk membuat artikel bisa menjadi sebuah jalan yang sangat baik untuk blogger Indonesia bersaing, asalkan para blogger menyadari tetap dibutuhkan sedikit kemampuan berbahasa Inggris.

Setidaknya, perlu pengetahuan tentang grammar bahasa Inggris. Bila setidaknya para blogger Indonesia mengetahui berbagai tenses dan juga kalimat pasif-aktif, tentunya artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan akan lebih baik.

Artikel hasil terjemahan Google Translate bisa diedit dan diperbaiki tata kalimatnya. Tidak perlu sempurna 100% tetapi setidaknya artinya bisa tersampaikan dengan baik.

Jadi, Kawan Pojok, jika Anda seorang blogger dan ingin bersaing dengan menerbitkan artikel dalam bahasa Inggris, luangkan waktu sedikit untuk belajar yang namanya Simple Present Tense, Present Continuous Tense dan sejenisnya. Hal ini bisa menjadi pembeda.

Tags: