Mitos Tembok Besar Tiongkok

Jutaan orang di dunia hingga saat ini masih mempercayai tentang mitos Tembok Besar Tiongkok. Mitos tersebut menyebutkan bahwa Tembok Besar Tiongkok sedemikian besar dan panjang hingga penampakannya dapat dilihat dari luar angkasa bahkan bulan dengan mata telanjang.

Padahal hal tersebut tidaklah benar.

Memang benar, Tembok Besar Tiongkok memiliki panjang yang luar biasa. Secara total situs yang termasuk salah satu Keajaiban Dunia memiliki panjang 8,860 Kilometer. Ukuran yang bisa dikata satu setengah kali jarak Sabang hingga ke Merauke yang hanya sekitar 5,640 kilometer.

Meskipun demikian, para astronot berbagai negara yang pernah melakukan perjalanan ke antariksa mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak bisa melihat situs Warisan Budaya Dunia versi Unesco tersebut dari pesawat ulang alik. Pernyataan yang membantah tentang kebenaran Mitos Tembok Besar Tiongkok sendiri  pernah dikeluarkan oleh astronot Tiongkok sendiri, Yang Li-Wei.

Dalam petualangannya ke antariksa di tahun 2004, ia menyebutkan bahwa sama sekali ia tidak bisa melihat sang Tembok 10,000 Li tersebut dari angkasa, bahkan dalam saat atmosfer bumi cerah.

Bila ditelusuri lebih lanjut, ternya mitos Tembok Besar Tiongkok tersebut berasal dari tulisan dua orang yang belum pernah pergi ke antariksa.

Orang pertama yang mengatakan hal tersebut adalah William Stukeley, seorang pedagang barang antik di tahun 1754. Ia “hanya” mengatakan bahwa Tembok Besar Tiongkok “bisa jadi” bisa dilihat dari bulan. Hal tersebut ia keluarkan ketika membandingkan tembok sejenis yang ada di Inggris, Tembok Hadrian yang hanya sepanjang 117 kilometer saja.

Orang kedua yang mengatakan hal yang sama adalah Richard Halliburton yang menulis dalam bukunya, Second Book of Marvels (Buku Kedua Tentang Keajaiban) yang terbit di tahun 1938.

Kedua orang tersebut membuat banyak orang percaya mengenai kebenaran mitos Tembok Besar Tiongkok tersebut. Bahkan, banyak buku pelajaran di Cina menuliskan tentang mitos tersebut.

Kalau kita pikirkan ulang, pada tahun 1754 dan 1938, belum ada satu orang pun yang pergi ke luar angkasa. Perjalanan ke luar angkasa pertama baru dilakukan di tahun 1961, ketika kosmonot Uni Soviet terbang dengan Vostok 1 yang mengorbit bumi pada ketinggian 187 mil dari bumi. Antariksawan pertama yang menginjakkan kaki di bulan adalah Neil Armstrong di tahun 1969.

Lalu, bagaimana William Stukeley dan Richard Halliburton bisa membuktikan kebenaran pernyataan mereka. Jawabnya? Tidak bisa. Apa yang mereka ungkapkan hanyalah rasa kagum terhadap seberapa besar Tembok Besar Tiongkok tersebut, yang memang sangat luar biasa besar.

Rate this article!
Tags: