Pemakaian Huruf Kapital Berdasarkan Kaidah EYD

Seiring perkembangan zaman saat ini, di dalam kegiatan tulis-menulis, kita sering menjumpai adanya pengabaian di dalam pemakaian huruf kapital. Yang paling banyak ditemui biasanya di media sosial. he..he..Jujur, termasuk saya. Mungkin, salah satu alasannya adalah ‘biar ga ribet‘ atau terkesan ‘gaul‘. Tokh, bukan dalam rangka menulis sesuatu yang resmi, seperti karya ilmiah, misalnya. 😀 Tetapi, sebenarnya, tak ada salahnya juga bila kita mengetahui bagaimana pemakaian huruf kapital berdasarkan kaidah EYD. Setidaknya, jika memerhatikan EYD, tulisan akan menjadi rapi dan enak dibaca. Dengan tulisan yang rapi, cerita yang bagus akan semakin menarik.

Pemakaian Huruf Kapital Berdasarkan Kaidah EYD

Huruf Kapital atau Huruf Besar

1  Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama pada kata awal kalimat. Misalnya :

Dia menulis

Bagaimana menurutmu?

Saya sedang membuat roti.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya :

Ibu berkata, “Besok, kita berangkat.”

Kemarin, aku ke rumah sakit,” katanya.

Ayah bertanya, “Semalam, kamu kemana?”

3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya :

Allah, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Penyayang, Alkitab, Quran, Weda, Islam, Kristen

Berikanlah petunjuk-Mu, ya Allah, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya :

Sultan Hasanuddin, Haji Agus Salim, Nabi Ibrahim

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Misalnya :

Tahun ini, ia pergi naik haji.

Dia baru saja diangkat menjadi raja.

5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atua yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya :

Gubernur Irian Jaya, Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian, Laksamana Muda Udara Husein                               Sastranegara

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya :

Wage Rudolf Supratman, Dewi Sartika, Halim Perdanakusumah

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya :

10 volt, mesin diesel, 7 ampere

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya :

bangsa Indonesia, suku Batak, bahasa Inggris

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Misalnya :

mengindonesiakan kata asing

keinggris-inggrisan

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Misalnya :

bulan April, bulan Ramadhan, hari Natal, Perang Candu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, hari Rabu,                     tarikh Masehi

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama. Misalnya :

Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.

Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya :

Banyuwangi, Cirebon, Asia Tenggara, Danau Singkarak, Tanjung Harapan, Terusan Suez, Teluk Benggala,                     Selat Sunda

Huruf kapital dipakai sebagai huurf pertama nama diri atau nama diri geografi, jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. Misalnya :

asinan Bogor, tari Melayu, pempek Palembang, Ayam Mbok Berek

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri geografi. Misalnya :

berlayar ke teluk, mandi di kali, menyeberangi selat, pergi ke arah tenggara.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Misalnya :

gula jawa, kacang bogor, pisang ambon

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untukMisalnya :

Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Departemen Agama, Keputusan Presiden                                     Republik Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi. Misalnya :

menjadi sebuah republik, beberapa badan hukum, kerjasama antara pemerintah dan rakyat, menurut undang-undang yang berlaku

Catatan : jika yang dimaksudkan adalah nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. Misalnya :

Surat itu telah ditandatangani oleh Gubernur.

Tahun ini, Departemen sedang menelaah hal itu.

Pemberian gaji ke-13 telah disetujui oleh Pemerintah.

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya :

Perserikatan Bangsa-Bangsa, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial,                             Rancangan Undang-Undang Kepegawaian

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termausk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata, seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya :

Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

Bacalah majalah Bahasa dan Sastra

Dia adalah agen surat kabar Media Indonesia

Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri. Misalnya :

Dr. (doktor); M.A. (master of arts); S.E. (sarjana ekonomi); S.H. (sarjana hukum); S.S (sarjana sastra);                           Prof (profesor); Tn. (tuan); Ny. (nyonya); Sdr. (saudara)

14. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Misalnya :

“Kapan Bapak berangkat?” tanya Edi.

Adik bertanya, “Itu apa, Bu?”

Surat Saudara sudah saya terima.

Besok, Paman akan datang.

Mereka pergi ke rumah Pak Lurah.

Para ibu mnegunjungi Ibu Salmah.

“Silakan duduk, Dik!” kata Badu.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Misalnya :

Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Misalnya :

Sudahkah Anda tahu?

Surat Anda telah kami terima

Demikian, sekilas tentang pemakaian huruf kapital berdasarkan EYD. Mudah-mudahan, dapat memberikan manfaat. ^_^

 

Tags: