Pemakaian Tanda Titik Berdasarkan EYD

Satu hal yang sering diabaikan dalam penulisan adalah pemakaian tanda baca. Padahal, tanda baca memiliki peran penting di dalam kegiatan menulis. Tanda baca sangat membantu pemahaman para pembaca untuk memahami suatu tulisan dengan tepat. Sebaliknya, jika tidak ada tanda baca, maka pembaca akan kesulitan untuk memahami suatu tulisan. Bahkan, mungkin, dapat mengubah pengertian dari maksud suatu kalimat. Pemakaian tanda baca juga diatur di dalam EYD, salah satunya adalah pemakaian tanda titik. Berikut di bawah ini secara singkat tentang pemakaian tanda titik berdasarkan EYD.

Pemakaian tanda titik berdasarkan EYD

Tanda titik dipakai pada :

  • akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
    • contoh : Saya tinggal di Bogor.
  • singkatan nama orang
    • contoh : Moh. Hatta
  • singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan
    • contoh : Drs.; Sdr.; Ir.; Bpk.
  • kata atau ungkapan yang sudah sangat umum
  • di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar
  • memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu
    • contoh : pukul 11. 20.35 (pukul 11 lewat 20 menit 35 detik)
  • memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
    • contoh : 3.50.11 jam (3 jam, 50 menit, 11 detik)
  • di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat etrbit dalam daftar pustaka
    • contoh : Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Pustaka.
  • memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya
    • contoh :
      • Bencana banjir bandang yang terjadi kemarin menelan korban 2.345 jiwa.
      • Kampung itu berpenduduk 150.000 orang.

Tanda titik tidak dipakai untuk :

  • memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah
    • contoh :
      • Ia lahir pada tahun 1928 di Bogor.
      • Tentang hal itu tertera pada halaman 456 dan seterusnya.
      • Nomor teleponnya 8234567.
  • dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, atau yang terdapat di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
    • contoh :
      • ABRI, Akabri, Polwan
  • tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran takaran, timbangan, dan mata uang
    • contoh : Mg, kg, km, Rp
  • tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
    • contoh : Siti Nurbaya, Acara Kunjungan Presiden RI
  • tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, nama dan alamat penerima surat
    • contoh :
    • Yth. Sdr. Bambang Siswanto (tanpa titik)
    • Jalan Cendrawasih 76 (tanpa titik)
    • Sumedang (tanpa titik)
    • 31 Maret 2017 (tanpa titik)
Rate this article!
Tags: