Perbedaan Antara Gajah Afrika, Gajah Asia, Dan Gajah Sumatera

Gajah merupakan mamalia darat terbesar di dunia. Selain bertubuh besar, ciri hewan ini adalah berdaun telinga yang lebar. Telinganya itu berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh mereka. Gigi serinya tumbuh menjadi taring yang kerap disebut gaing. Taring atau gading tersebut berfungsi sebagai senjata atau alat untuk menggali atau memindahkan benda. Ciri khusus yang paling mencolok adalah belalainya yang digunakan bernapas, menghisap, dan mengambil benda. Sepintas lalu, semua gajah terlihat mirip. Tetapi, berdasarkan bentuk dan ukuran ciri-ciri khusus tersebut, gajah dibagi menjadi beberapa jenis. Di bawah ini, tentang perbedaan antara gajah Afrika, gajah Asia, dan gajah Sumatera.

perbedaan antara gajah afrika, gajah asia, dan gajah sumatera

gambar diambil dari www.pixabay.com

Perbedaan antara gajah Afrika, gajah Asia, dan gajah Sumatera

Gajah tersebar di seluruh Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Ada sekitar 10 jenis gajah meski yang diakui ada 2 jenis, yaitu gajah Afrika dan gajah Asia. Kali ini, sedikit penjelasan tentang perbedaan antara gajah Afrika, gajah Asia, dan gajah Sumatera.

Gajah Afrika hidup di Afrika, seperti Afrika Selatan, Tanzania, Kenya, dan Zimbabwe. Dapat bertahan pada daerah tropis ataupun padang rumput savana. Gajah Afrika memiliki gading, baik gajah jantan maupun gajah betina. Termasuk spesies yang berada dalam ambang batas kepunahan.

Seperti namanya, gajah Asia hidup di Asia, seperti Nepal, Srilanka, India, dan Thailand. Sama seperti gajah Afrika, gajah Asia juga dapat bertahan hidup di daerah tropis. Gajah Asia yang memiliki gading hanya gajah jantan, itu pun kadang sangat kecil. Spesies ini pun terancam punah.

Meski sekilas, gajah Afrika dan gajah Asia tampak sama, ada beberapa perbedaan pada tubuh mereka. Cara termudah untuk membedakan kedua spesies ini adalah dengan melihat telinga mereka. Gajah Afrika memiliki telinga yang lebih lebar dibanding gajah Asia. Kepala gajah Afrika lebih bulat dan matanya lebih lebar.

Selain itu, gajah Afrika memiliki belalai yang terdiri dari beberapa banyak ruas dan ujungnya terbelah. Sementara, gajah Asia hanya memiliki sedikit ruas. Gajah Afrika memiliki gading yang lebih besar dan hanya memiliki 3 kuku di kaki belakangnya. Sedangkan, gajah India memiliki empat kuku.

Gajah Afrika merupakan mamalia darat terbesar di dunia. Berat gajah Afrika jantan bisa mencapai 8 ton, dengan tinggi  sampai 4 meter. Merupakan hewan dengan hidung terpanjang, karena belalainya bisa mencapai 2,5 meter. Sementara, gajah Asia adalah hewan dengan ekor terpanjang. Karena, ekor gajah Asia bisa mencapai 1,5 meter, belum termasuk rambut-rambut di ujung ekornya.

Gajah Sumatera

Gajah Sumatera memiliki tubuh yang lebih gemuk dan lebar dibanding jenis gajah lainnya. Berat seekor gajah Sumatera bisa mencapai 3,5 – 5 ton. Saat ini, gajah Sumatera juga termasuk spesies yang terancam punah karena semakin langka.

Beberapa penyebab semakin langkanya gajah Sumatera, antara lain menyempitnya habitat. Gajah membutuhkan habitat yang luas. Dengan berubahnya hutan-hutan di Sumatera menjadi perkebunan sawit. Hal ini, tentu saja menyebabkan populasi gajah Sumatera semakin menurun dari tahun ke tahun.

Selain menyempitnya habitat, kelangkaan gajah Sumatera juga disebabkan oleh adanya perburuan liar. Meski perburuan liar terhadap gajah telah dilarang, tetapi hal ini tetap terjadi yang mengakibatkan semakin parahnya kelangkaan gajah Sumatera ini.

Demikian seikit penjelasan tentang perbedaan antara gajah Afrika, gajah Asia, dan gajah Sumatera. Mudah-mudahan dapat membantu dan memberikan manfaat. ^_^

Tags: