Tempat Terpanas di Dunia : Dasht-e Lut

Tahukah Anda bagaimana rasanya tinggal di tempat terpanas di dunia? Mungkin bisa sedikit dibayangkan bahwa suhu udara di Jakarta, ibukota Indonesia yang cukup terkenal dengan hawa panasnya adalah sekitar 28-34 derajat Celcius saja.

Pada saat musim kemarau, ketika suhu di Jakarta mencapai 34-35 derajat Celcius saja, semua orang sudah mengeluh dan bercucuran keringat tak hentinya. Sudah sangat tidak nyaman dengan temperatur sedemikian rupa.

Belum lama ini ketika terjadi gelombang udara panas di beberapa negara yang suhunya mencapai 40-45 derajat saja, ribuan orang sudah tewas menjadi korban.

Nah, sekarang bagaimana rasanya ketika suhunya mencapai 70 derajat Celcius?

Sulit dibayangkan bukan? Mampukah manusia dapat bertahan hidup di tempat seperti itu?

Tetapi, itulah kenyataannya bahwa ada tempat di bumi ini yang tercatat memiliki temperatur tertinggi mencapai angka 70 derajat.

Dimana?

Banyak yang menyebutkan bahwa Padang Pasir El Azizia, Libya sebagai tempat terpanas di bumi. Tetapi, pemantauan satelit yang dilakukan NASA menunjukkan bahwa gurun ini masih belum menempati ranking pertama tempat terpanas di dunia.

Memang Gurun El Azizia tercatat juga memiliki temperatur yang sangat tinggi. Pada tahun 1922, padang pasir ini pernah mencapai suhu 58 derajat Celcius. Angka yang juga sudah sangat tinggi dan menyulitkan manusia untuk bisa bertahan hidup disana.

Hanya saja, suhu tingginya masih kalah oleh Padang Pasir Lut, atau Dasht-e Lut di Iran. Citra satelit NASA mencatat bahwa selama tahun 2004, 2006, 2007, dan 2009 suhu di padang pasir ini mencapai rekor 70 derajat Celcius. Tingkat yang belum pernah dicapai oleh tempat lain di bumi.

Oleh karena itulah, maka Padang Pasir atau Gurun Lut ini saat ini menyandang gelar Tempat Terpanas di Dunia.

Ada kemungkinan bisa berubah karena suhu udara di sebuah tempat tidak akan selalu konstan. Semuanya akan dipengaruhi oleh perubahan iklim dan cuaca di dunia yang terus berubah.

Mau mencoba tinggal disana?

Tags: