VW Kodok Yang Ternyata Kumbang

VW Kodok merupakan sebutan umum yang diberikan oleh masyarakat Indonesia pada sebuah mobil keluaran pabrik Volkswagen Jerman.

Nama asli mobil ini adalah Volkswagen Type I ketika unit pertama keluar dari pabriknya. Nama tersebut kemudian berganti beberapa waktu kemudian menjadi Volkswagen Beetle. Nama Volkswagen sendiri di kemudian hari lebih sering disingkat menjadi VW.

Type I, cikal bakal sang VW Kodok merupakan nama resmi ketika unit pertama mobil jenis ini keluar dari pabriknya di Fallersleben, sekarang dikenal dengan Wolfsburg. Type I juga disematkan pada mobil ini karena merupakan jenis mobil pertama yang keluar dari pabrik tersebut.

Sejarah Singkat VW Kodok

 

Awal mula kehadiran sang kendaraan legendaris ini bermula dari ide Adolf Hitler, sang kanselir Jerman di masa sebelum Perang Dunia II untuk menyediakan Mobil Rakyat bagi rakyat Jerman. Untuk itulah ia menugaskan Ferdinand Porsche untuk merancang kendaraan yang murah tetapi handal.

Persyaratan yang ditetapkan untuk Mobil Rakyat tersebut haruslah mampu menampung sebuah keluarga. Ukuran keluarga ditetapkan dalam ukuran sepasang orangtua dengan 3 anak. Kecepatannya harus bisa mencapai 100 Km per jam. Kriteria utama lainnya adalah harus berharga murah, harus di bawah harga sepeda motor dengan boncengan sisinya. Perawatan yang mudah dan spare part yang murah juga dimasukkan dalam kriteria yang dihendaki sang Fuhrer tersebut.

Itulah awal mula kehadiran sang VW Kodok sekaligus berdirinya pabrik mobil Volkswagen pertama kali. Volskwagen sendiri adalah sebuah kata dalam bahasa Jerman yang berarti “Mobil Rakyat”

Itulah awal kehadiran sang VW Kodok di dunia.

——

VW KodokPada awal perjalanan hidupnya sang VW Kodok mengalami nasib yang kurang baik. Sejak unit pertama keluar, mobil ini tidak pernah diproduksi secara massal untuk tujuan aslinya. Keterlibatan Jerman dalam Perang Dunia II di tahun 1939 adalah penyebabnya.

Bahkan selama perang tersebut pabrik Volkswagen mengalami banyak kerusakan akibat pemboman yang dilakukan pihak Sekutu.

Barulah setelah Perang Dunia II berakhir, nasibnya berubah.

Sebagai sebuah pampasan perang, pabrik Volkswagen berada di bawah kendali Sekutu. Mayor Ivan Hirst seharusnya mempreteli pabrik ini, tetapi alih-alih membongkarnya, sang mayor berhasil mendapatkan tender dari Angkatan Darat Inggris untuk memproduksi kendaraan militer. Jumlahnya mencapai 20,000 unit.

Kendaraan tersebut berdasarkan pada si Type I yang ternyata handal di segala medan. Pada tahun pertama seusai perang, 1945 lebih dari 1,700 unit diproduksi. Setahun berikutnya, pabrik Volkswagen memproduksi tidak kurang dari 1,000 unit VW Kodok setiap bulannya.

Kehandalannya dan mudahnya perawatan mobil ini membuatnya segera mengambil hati masyarakat dunia. Kurang dari 10 tahun setelah perang, produksi VW Kodok sudah mencapai lebih dari 1 juta unit.

Perakitannya tidak lagi terpusat di pabrik asalnya melainkan berkembang ke berbagai kota dan negara lainnya, seperti Brasil, Mexico dan banyak lagi lainnya.

Jumlah tersebut terus melesat, hingga akhirnya di tahun 1972, sebuah prestasi diraih oleh sang VW Kodok Yang sebenarnya Kumbang tersebut. Produksinya yang bernomor seri  15,007,034 merupakan simbol sebuah pemecahan rekor.

Mobil dengan nomor seri ini menunjukkan bahwa jumlah VW Kodok yang diproduksi sudah melampaui jumlah pemegang rekor sebelumnya, yaitu Ford Model T. Dengan jumlah ini mobil yang penuh dengan motif bulat pada bodinya tersebut, menjadi mobil terpopuler di dunia. Sebuah prestasi yang terus dipegangnya hingga tahun 1997 ketika jumlah tersebut terlampaui oleh Toyota Corolla.

Di berbagai negara, nama kendaraan ini beragam. Mulai dari VW Kodok di Indonesia, Kura-kura di Philipina, dan si Gelembung di Norwegia.

Beragamnya nama tersebut menunjukkan betapa populernya sang VW Kodok di segala penjuru dunia. Hingga saat ini, peringkat kedua sebagai mobil terpopuler di dunia masih dipegangnya dan belum tergantikan.

Anda masih akan sering menemukan sang Kodok berkeliaran di Indonesia meskipun dalam jumlah yang tidak berapa banyak.

Rate this article!
Tags: